Saturday, February 18, 2012

Awan dan Jenis-Jenisnya



Pembentukan Awan
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
  1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
  2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan awan itu selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan

Awan tinggi
Bentuk awan tinggi antara 10.000 dan 25.000 kaki (3.000 dan 8.000 m) di daerah kutub , 16.500 dan 40.000 kaki (5.000 dan 12.000 m) di daerah beriklim sedang dan 20.000 dan 60.000 kaki (6.000 dan 18.000 m) di daerah tropis
Awan tengah
Awan Tengah cenderung terbentuk pada 6.500 kaki (2.000 m), tetapi dapat terbentuk pada ketinggian sampai 13.000 kaki (4.000 m), 23.000 kaki (7.000 m) atau 25.000 kaki (8.000 m), tergantung pada daerah. Umumnya lebih hangat iklim, semakin tinggi dasar awan. Nimbostratus awan kadang-kadang disertakan dengan awan menengah. [2] The World Meterological Organisasi mengklasifikasikan Nimbostratus sebagai awan menengah yang dapat mengentalkan ke dalam rentang ketinggian rendah selama hujan
Awan rendah
Ini ditemukan dari dekat permukaan hingga 6.500 kaki (2.000 m) dan termasuk Stratus genus. Ketika awan Stratus kontak dengan tanah, mereka disebut kabut , meskipun tidak semua bentuk kabut dari Stratus
Awan rendah tengah
Awan ini dapat didasarkan manapun dari permukaan dekat sekitar 10.000 kaki (3.000 m). Cumulus biasanya bentuk pada rentang ketinggian rendah tapi dasar akan naik ke bagian bawah kisaran menengah saat kondisi kelembaban relatif sangat rendah. Nimbostratus biasanya bentuk dari altostratus di tengah rentang ketinggian tapi dasar mungkin mereda ke kisaran rendah selama precipitaion. Kedua jenis awan dapat mencapai ketebalan yang signifikan dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai awan vertikal (Keluarga D), terutama di Eropa. Namun, cumulus biasa, menurut definisi, tidak sesuai dengan tingkat vertikal yang menjulang cumulus (kumulus congestus) atau paling cumulonimbus . Nimbostratus Sangat tebal dapat perkiraan cumulus menjulang, tetapi jatuh juga pendek tingkat vertikal awan cumulonimbus berkembang dengan baik

Jenis jenis awan
-Awan Commulus, yaitu awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal
-Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
-Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan
Awan-awan itu memiliki berbagai macam bentuk khas dan sifatnya sendiri-sendiri. Dalam golongan awan rendah ada yang bernama Comulonimbus yang diberi kode Internasional penerbangan Cb. Sifatnya adalah berada di ketinggian rendah, gumpalan sangat besar, dan umumnya berwarna gelap. Cb sangat berbahaya karena mengandung arus listrik dan disertai golakan udara yang dahsyat. Para pilot sangat menghindari karena fatal akibatnya bila pesawat terbang masuk ke dalam awan Cb. Selain itu dalam golongan awan rendah ada yang bernama Cumulus (Cu), Stratus (St), dan Stratocumulus (Sc). Cu umumnya terlihat sebagai tumpukan kapuk di angkasa. Jumlahnya tidak tetap, kadang tebal, tapi lebih sering kecil dan tipis. Sedang St letaknya lebih tinggi dari Cu warnanya agak kecoklatan dan cenderung tipis. Sc yang paling tinggi berbentuk ombak dan kadang dalam bentuk kecil-kecil. Ada tiga jenis yang termasuk awan medium yaitu Nimbostratus (Ns), Altostratus (As), dan Altocumulus (Ac). Ns adalah awan tebal dengan warna gelap dan seringkali mengandung air hujan atau salju. Diatasnya adalah awan As yang berbentuk tidak stabil, kadang tebal gelap, kadang tipis cerah. Sementara Ac berwarna kecoklatan dan cenderung tipis karena kecendrungan awan, makin tinggi maka makin tipis.Tiga jenis awan tinggi, yaitu Cirrostratus(Cs), Cirrocumulus (Cc), dan awan paling tinggi dari semua awan yaitu awan Cirrus (Cs). Berbentuk tipis, putih, dan mengandung partikel es. Partikel inilah yang menyebabkan efek optik bila terkena sinar matahari.


Bentuk-bentuk Awan
Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya. Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan Indonesia: stratus, sirus, dan kumulus).
Di daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang tidak terlalu tinggi. Di daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan terjadinya guruh dan petir.
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegununganJaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus.
Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.
1. Awan Cirrue adalah awan putih terpisah-pisah seperti benanghalus atau pecah-pecah atau jalur-jalur sempit atau matapancing atau bulu ayam atau serabut yang berwarna putihkeperak-perakan.
2. Awan Cirro Cumulus adalah awan tipis putih terpisah-pisahseperti biji-bijian, sisik ikan, bulu domba yang tipis yangberwarna putih bersih.
3. Awan Cirro Stratus adalah awan yang transparan denganpuncak seperti serabut halus menutupi sebagian atauseluruhnya dari langit dengan warna keputih-putihan. Awan iniumumnya menimbulkan phenomena lingkaran putihdisekeliling bulan atau matahari.
4. Awan Alto Cumulus adalah awan yang seperti bulu dombaatau sisik ikan tetapi agak melebar 10 s/d 50 dengan warnaputih bersi, atau abu-abu atau campuran dari dua-duanya.
5. Awan Alto Stratus adalah awan yang seperti lembaranlembaranatau lapisan-lapisan jalur yang berwarna abu-abuatau kebiru-biruan. Jenis awan ini sering menimbulkan hujanmerata.
6. Awan Nimbo Stratus adalah awan yang seperti lembaranlembaranatau lapisan-lapisan yang tebal, dengan warna abuabudan gelap. Jenis awan ini sering menimbulkan hujan lebat,matahari akan tertutup oleh jenis awan ini.
7. Awan Stratus adalah awan yang berlapis-lapis tipis denganwarna abu-abu dengan dasar hampir serba sama, dapatmenimbulkan hujan es.
8. Awan Strato Cumulus adalah awan yang berlapis-lapisaktebal agak gelap, berwarna abu-abu atau putih atau campurandari kedua-duanya, mempunyai lebar lebih dari 50.
9. Awan Cumulus adalah awan yang terpisah-pisah umumnyapadat dengan batas yang jelas, berbentuk seperti bukit-bukit ,menari-menari dan bagian atasnya berbentuk seperti bungakool.
10. Awan Cumulus Nimbus adalah awan yang besar, padat danmeluas puncaknya menyerupai gunung atau menara yangbesar atau seperti cengger ayam dengan warna gelap.



Tuesday, December 20, 2011

Inilah KamI

            Sebelum kami menjadi yang sekarang, kami ditempa dalam ganasnya rimba dan dibentuk pada dinginya lautan lalu disarungkan dalam bangku pendidikan bertahun-tahun lamanya. Inilah fakta yang kami alami. Kami tidak hanya dituntut untuk dapat melayani seluruh kebutuhan-kebutuhanmu tetapi juga harus mampu membaca serta bisa mengatasi situasi dan kondisi bila hal-hal buruk terjadi. Ada begitu banyak kisah mengenai kehidupan kami yang mungkin belum kamu ketahui.
Apa yang kami lakukan adalah tentang melayani, ya tentang melayani dengan hasrat dan tentang sosial time yang telah  terenggut, bukan lagi tentang profesionalitas. bekerja atas nama profesionalitas, mungkin ya!!! Tapi hati kami tetap manusia biasa sama sepertimu. Mau tulus atau palsu bukan menu utamanya. Inilah kebenaran kehidupan kami yang mungkin belum sepenuhnya kamu sadari.
Kami menjadi jembatanmu menyebrangi lautan dan danau yang tidak mungkin diseberangi oleh mobil sekelas limo atau sebuah humve bahkan oleh si-ular besi maglev sekalipun. Biayanya bisa dijangkau oleh si-pengemis, dapat ditumpangi baik dari kamu si-pejabat, sampai kamu si-pedagang asongan. Dari kamu yang pendiam, berisik, manja sampai kamu yang jail. Dari bayi yang masih kemerah-merahan seperti anak tikus hingga manula yang menyalahi Tuhan kar’na ajalnya yang belum kunjung tiba. Bahkan kami akan mengantar-mu walau hanya tuk menghambur-hamburkan uang-mu, pregi berlibur, bulan madu, atau menghabiskan masa tua-mu dengan pergi mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau ke kota-kota eksotik di belahan bumi lain. Kami pergi mencarikan dan menggali sumber daya alam yang hampir punah lalu diantarkan kepada-mu, menyalurkan kebutuhan-kebutuhan pokok-mu hingga barang-barang mewah-mu untuk kamu nikmati dengan kuantitas yang tidak mungkin dapat diangkut oleh kawan kami si-penghuni burung besi. Kami bisa seperti kamu si-dokter yang dapat memberikan pertolongan pada orang yang terkena serangan jantung, asma, membantu persalinan dll walau dengan peralatan yang tidak selengkap rumah sakit-mu. Kami dapat meramal cuaca, mengenali rasi bintang sama seperti seorang ahli nujum. Kami harus bisa mengoperasikan peralatan darurat, mengatasi teroris, lagi-lagi walau dengan peralatan yang seadanya. Bila kamu bersama-sama kami pada situasi seperti ini, kamilah yang bisa kamu andalkan.
Saat hunian kami panas, gudang perbekalan rusak, dapat kami perbaiki!!! Namun ini bukan seperti rumah-mu atau kantor-mu, ini tidak seperti pendingin ruangan-mu atau lemari es-mu yang sewaktu-waktu dapat diperbaiki karna sukucadangnya hanya dijual di samping kediaman-mu. Bila kamu bersama-sama kami pada situasi seperti ini, berhentilah menggerutu, kami juga kepanasan dan kami juga khawatir dengan perbekalan yang akan membusuk disisa perjalanan yang masih panjang. Berhentilah mengomentari kami hanya karena hal-hal yang sepele atau karena kurangnya pelayanan kami. Kami pun ingin memenuhi semua keinginanmu, tapi kami tidak mampu berbuat banyak karena semua tidak ada di sini. Dan kami pun tetap harus berlaku sopan, berbicara dengan santun dan tersenyum. Senyumlah senjata kami walau hasrat hati ingin melempar sepatu kemuka-mu. Engkau sedang berada di dunia kami sobat, dunia yang tidak seluas halaman belakang rumah-mu. Kamu melihat kami tersenyum setiap kali berpapasan denganmu di koridor-koridor sempit kami hingga senyum itu membentuk guratan-guratan kasar diwajah. Itu kami lakukan walau hati  sedang galau. Jauh dilubuk hati, kami menjerit rindu dengan keluarga dan sanak saudara, memikirakan ayah bunda yang semakin menua.
Kami berdoa agar segalanya lancar selama dalam perjalanan, tiba di tempat tujuan dengan selamat sehingga kelak kami bisa bertemu dengan sanak saudara kami. Kami mengawali perjalanan tak tentu waktu. Di pagi-pagi buta, bahkan disaat matahari belum juga mengintip di cakrawala. Di siang hari, saat matahari sedang tersenyum lebar maupun saat langit menangis mengiringi kepergian kami bahkan ditengah malam dengan hembusan angin yang berusaha merobek pori-pori agar bisa bersemayam dalam tubuh kami untuk menemukan kehangatan. Kami juga mengantuk sampai-sampai bisa tertidur tanpa harus memejamkan mata. Ketika selesai menjalankan tugas, dipembaringan kami pun masih bergelut dengan kegelisahan dan kerinduan karena teringat akan orang-orang yang kami cintai. Yang bisa kami lakukan hanya memandangi foto-foto mereka berharap dapat memeluk dan mencium kening seraya membisikan kalimat cinta sebagai ucapan selamat malam.
Bulan ini kami sudah menjalani 2 sampai 3 kali perjalanan dengan menerjang badai dan membelah ombak. Kami mengurai saraf informatika dan menyambung nadi-nadi gas bumi didasar laut demi kelancaran segala urusan di dunia-mu. Kami mengambil bagian dan menyaksikan karya-karya aggungng sang Pencipta yang dikotori dan dikeruk. Semuanya itu karena tuntutan dari gaya hidup kita yang menjelma menjadi semakin konsumtif disetiap harinya. Oooh..... ini-kah sifat makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna itu. Kami menjadi penunjang segala kelancaran para lintah-lintah darat yang dengan rakus mengerogoti alam demi memperkaya dirinya sendiri tanpa membayar upeti kepada negara bak seorang raja.  Lalu apa yang akan kita bagikan pada generasi-generasi kita mendatang??? Apakah hanya berbait-bait buku cerita anak seperti dijaman dinosaurus yang akhir ceritanya tidaklah membahagiakan namun mengharapkan predikat sebagai best seller of the year. Atau setumpuk buku panduan ilmiah dan buku-buku sejarah seperti sejarah pada jaman batu dan berharap dengan kemajuan teknologi masa depan anak-cucu kita dapat menciptakan energi yang serupa namun ramah lingkungan.
Ditengah perjalanan kami terus mengamati sekeliling kami dengan mengintip lewat binocular dan mata elektronik kami seperti seorang pekerja pada badan luar angkasa yang dengan senantiasa memantau dan berjaga-jaga akan kemungkinan datangnya UVO. Namun apa yang didapat, ternyata hanya sekelompok lumba-lumba yang datang menghibur dengan meliuk-liukan tubuh mereka. Apakah mereka seindah para pekerja seni yang menelanjangi tubuhnya sendiri??? Binatang itu beda, mereka lebih anggun dari-nya dan tidak mengharapkan sepeserpun dari kami. Terkadang sekawanan paus yang sedang bereksodus menghampiri dan meneriaki kami bahwa kami tidak sendiri. Hanya mereka kah yang mengerti kami!?!?!? kondisi tubuh kami sewaktu-waktu dapat melemah dan mengalami demam tinggi, kami tidak dapat mengambil cuti untuk beristirahat di rumah sama seperti-mu. Setibanya didunia-mu kami masih harus beradaptasi lagi dengan kondisi cuaca yang berbeda, rasanya seperti mengalami musim pancarobah disetiap hari. Tidak sedikit dari kami yang sering mengibarkan bendera bangsa kami sendiri di negeri orang melebihi rekormu siperaih medali emas olimpiadae, namun kami tidak setenar kamu. Tidak sedikit pun dari kami yang mengibarkan bendera kebangsaan negara lain di negeri kami sendiri, namun bukan berarti kami pembelot. Begitulah adanya dunia kami, unik bukan!?!?!?
Terkadang kamu melihat kami berada di tempat-tempat perbelanjaan dengan setumpuk kantong belanja, membelikan cendara mata untuk kekasih kami menanyakan apakah perhiasan ini bagus atau cocok untuk dikenakanya, pantas kah gaun itu bersandang ditubuh-nya, seolah-olah rekan yang berdiri tepat di samping kami adalah si dia. Itu salah satu cara kami berusaha menyamarkan rasa rindu. Kami terlihat berjalan tergesa-gesa dipusat-pusat keramaian, itu kar’na kami berpacu dengan waktu untuk menyambut tugas yang menunggu, serta ingin harinya cepat berlalu, menjadikan sehari lebih dekat dengan hari dimana kontrak kerja kami berakhir agar bisa menjadi seperti kamu dan berada di dunia-mu. Ini melelahkan dan menjenuhkan.
Berhentilah menilai kami sebagai manusia-manusia hidung belang dan hanya tahu berbuat dosa. Halooo...... Jangan pandangi kami seperti seorang yang aneh, yang sudah tahu akan ajalnya sehingga disisa waktunya berusaha untuk mendapat pengampunan dari-Nya lalu memintamu untuk mengantarkan kami ke rumah Tuhan. 70% waktu kami dihabisakan di atas tembok besi ini, Kami juga manusia biasa bukan dewa.
Tidak sedikit dari kami yang berakhir dengan percerayan atau merelakan kepergian tunangan seorang dari kami karena mereka lebih memilih kamu yang mengambil kesempatan disaat-saat kesendirian-nya dengan bualan-bualan-mu. Para wanita di dunia kami mungkin terlihat seperti pria dimatamu, hey.... mereka bukan bermetamorfosis!!! itu tuntutan dunia kami. Mereka hanyalah korban dari persamaan gender yang kamu ciptakan. Wanita-wanita kami mandiri dan hebat, mereka dapat memperbaiki pengering rambut mereka sendiri, mereka bisa membetulkan atap rumah mereka sendiri, mesin yang mereka tangani sebesar body SUV-mu, kendaraan yang mereka bawa tidak sekecil cupe yang berada di garasi-mu. Satu lagi, Mereka tidak mau terlihat manja walau mereka sangat membutuhkanya. Seharusnya mereka sepertimu, duduk dibalik meja perkantoran dengan rok mini atau hanya duduk diam di rumah dengan mengurusi pekerjaan rumah-tangga bukan duduk diruang kemudi atau di ruang pengontrol mesin. peralatan kerja mereka seharusnya pena yang berharga ratusan ribu hingga jutaan, bukan peralatan-peralatan mekanik. Mereka seharusnya menggunakan kosmetik di wajah mereka bukan debu dari sisa-sisa muatan, mereka tidak pantas berlumuran minyak dari sisa-sisa pelumasan karna itu bukanlah sejenis pelembab atau lulur seperti mulik-mu. Mereka pun ingin sekali mengetahui gosip terbaru artis idola mereka walau mereka bukan si pengidap quidnunc tapi informasi mereka terbatas. Seharusnya mereka sama seperti dirimu, dapat memanjakan tubuhnya disalon-salon kecantikan pada akhir pekan sebelum berkencan dengan pasangan mereka. Hey....... Jangan pernah menyakiti wanita-wanita kami kar’na kami akan mengejarmu sampai keujung bumi dan akan mencarimu hingga ke lorong-lorong semut sekalipun.
Kami sangat berharap ada di posisimu, bepergian dengan kapal pesiar bersama orang-orang yang kami sayang, berdampingan dengan kekasih untuk berlibur, atau menumpangi kapal feri dan kapal penumpang bersama dengan keluarga untuk pulang ke kampung halaman pada saat natal atau lebaran maupun saat cuti tahunan. Yah, kami tidaklah seberuntung kamu. Namun bukan berarti kami menyesali keberadaan kami, kami mensyukuri dan sangat berterima kasih kepada-Nya atas semua ini. Kami sadari bahwa ada ikatan saling ketergantungan yang begitu kuat diantara kita maupun dengan alam ini.